Saat mereka melihat Wawan Ajen memainkan wayang daunditingkahi suara aneh dari alat music dodong kodir, mereka selalu terbengong-bengong. Baru setelah itu tersenyum kemudian memuji. Kami selalu menyebutkan bahwa kami adalah seniman Indonesia yang akan mengikuti festival di Gran Canary. Dan merekapun kembali ber-good-good ria. Sayangnya diantara sekian tamu yang memuji, tidak ada satupun yang berminat untuk membeli wayang daun kerasi dadakan kami ini dengan Euro. Padahal Wayang Daun yang kami bikin adalah karya mahal karena dibuat di Spanyol. (sambung)
Catatan Pandu Radea dari Festival International de Titeres de Canarias
Catatan Pandu Radea (1)
Go To Spain
Spring adalah musim yang indah. Semuanya tampak berwarna warni tatkala bunga-bunga liar bermekaran dan hijau dedaunan menghiasi setiap sudut tanah Eropa. Musim ini adalah musim yang tepat untuk kasmaran. Cerah matahari dan nyanyian beragam unggas mengisi siang yang terasa lebih panjang. Semuanya terlihat serba tersenyum. Pelayan restoran bersenandung kecil menyuguhkan makanan dan minuman terbaiknya, orang-orang tua asyik bernostalgia di taman-taman kota yang teduh, remaja-remaja menampilkan kekenesannya. Terpantul diatas jalan berbatu yang menjerumat gedung-gedung bergaya klasik. Inikah gerangan negeri matador ?
Tak terasa 8 jam lebih terbang di udara. Pesawat Qatar Air bus yang membawa Tim Wayang Ajen betul-betul terasa nyaman. Saya yang menderita penyakit takut ketinggian dan mengalami stress sejak naik pesawat sedikit perlahan lahan mulai melupakan pikiran buruk tentang pesawat terbang yang mogok mesin saat di angkasa. Naïf memang. Namun itulah penyakit yang membuat saya beberapa kali menolak tawaran Wawan Ajen untuk manggung ke luar negri.
Penyakit stress saya yang kedua adalah kegugupan saat pemeriksaan di bandara yang ketat dan berlapis-lapis. Beberapa kali saya merasa kikuk saat alat detector memeriksa seluruh tubuh. Kendati Wawan Ajen sudah mensimulasikan serta memberikan gambaran tentang kondisi tersebut sebelumnya namun tetap saja saya merasa katro. Apalagi saat pramugari cantik berdarah arab menanyakan potogan tiket ke Doha (Qatar) kontan saya panic karena tiket itu tidak ada dalam buku paspor yang selalu saya pegang melebihi jimat. Untungnya potongan itu ditemukan, nyelip di plastic jilid paspor dan sayapun bernafas lega tsetelah gugup selama 15 menit. Tak bisa dibayangkan apa jadinya jika potongan paspor itu betul-betul hilang.
Jam 22.00 WIB tanggal 23 April, Qatar Air bus tinggal landas. Dodong Kodir dan Tavip Lampung tampak menikmati betul perjalanan ke Spanyol kali ini. Bukan tanpa sebab, peralatan pagelaran wayang yang biasanya lebih dari 100 kg, kini hanya 82 kg. tentu saja itu meringankan tim yang hanya berjumlah 4 orang. untungnya lagi bagasi barang pertunjukan ditanggung sampai di Madrid, sehingga tim tidak kerepotan angkat jungjung setiap mau transit.
Pertama transit adalah di Singapura, negeri ini memang layak disebut sebagai Negara maju. Lantai ruang bandara saja seluruhnya dilapisi karpet tebal, motif elegan dan tentu saja mahal. Entah kapan Bandara Soekarno Hatta akan seperti itu. Di Singapura tim masih merasakan suasana Indonesia. Selain ditempuh hanya dengan setengh jam lamanya, bahasa Indonesia masih dipergunakan.
Kami transit di Doha. Dan harus menunggu 7 jam lamanya. Perbedaan waktu Indonesia dan Doha 4 jam lamanya. Selama menunggu, waktu dipergunakan untuk ngobrol ngaler ngidul, ternyata banyak juga orang Indonesia kami temui. Dan hal itu terjadi di ruang berasap alias smoking area. Di tempat itulah secara naluri kami berbincang-bincang. Beberapa bule turut nimbrung karena melihat dandanan kami yang seragam. Kami berdialog terpatah-patah, memahami pertanyaan mereka tentang wayang golek. Ternyata selain yes dan no, bahasa tarzan lebih efektif menjelaskan tentang wayang golek pada mereka.
Berkat bantuan Mr. Candra Tanuwijaya, rekan baru yang kami kenal saat menunggu transit, saya dapat mengirim berita ini dari Doha. Bukannya apa-apa, laptop adu milik kang Wawan Ajen yang selalu diagulkan ternyata tidak dapat mengkap wi-fi yang dipancarkan di ruang Bandara. Entah laptopnya yang salah atau memang saya yang gaptek ? yang jelas, saya harus berusaha untuk terus mengirim berita setiap hari. Jika laptop kang wawan tetap macet, maka pinjam adalah jurus terakhir.
Setelah sukses tampil di Spanyol pada Festival International de Titeres de Canarias yang berlangsung pada bulan April –Mei 2009, Wayang Ajen akan manggung kembali di daratan Eropa, tepatnya di negara asal pesohor bola Zinedine Zidane, Prancis. Tim yang terdiri dari Wawan Ajen Gunawan (sutradara/dalang), Pandu Radea (Artistik & Musik dorector), Dini Irma Damayanthi (Penari Tradisi), Agus Sutandi (Musician) dan Karyana (musician) akan berada di Prancis sejak tanggal 4 sampai 18 Desember 2009.
Pagelaran Wayang Ajen di Prancis ini merupakan undangan khusus dari UNESCO melalui Association Nationale Cultures et Traditions (ANCT) Prancis untuk mengenalkan lebih luas lagi seni wayang Indonesia yang telah dikukuhkan oleh UNESCO dalam program Introducing the Wayang Puppet Puppets Theatre as a Masterpiece of Oral and Intangible Heritage di negara Napoleon Bonaparte itu. Read More/Baca Selengkapnya »
Wayang Ajen Kakufi Part 1 Read More/Baca Selengkapnya »
LAPORAN KEGIATAN WAYANG AJEN PARWA PUJANGGA
DALAM EVENT
“THE FIRST INTERNATIONAL MARIONETTE FESTIVAL”
16-24 FEBRUARI 2008, DI HANOI-VIETNAM
Pendahuluan
Ministry of Culture, Sports and Tourism Socialist Republic of Vietnam bekerjasama dengan The National Puppetry Theatre of Vietnam untuk yang pertama kalinya menggelar hajat besar berupa kegiatan “The First International Marionette Festival” tanggal 16-24 Februari 2008, di Hanoi-Vietnam.
The National Puppetry Theatre of Vietnam yang merupakan gedung teater wayang Vietnam, dijadikan sebagai pusat kegiatan selama berlangsungnya festival marionette Internasional. Fasilitas gedung pertunjukan yang representatif merupakan salah satu penunjang besar bagi suksesnya pelaksaaan kegiatan tersebut. Lebih dari itu pelayanan dan penanganan baik teknis maupun non teknis, telah dibuktikan oleh sikap profesionalisme kepanitiaan dengan jumlah yang sangat proporsional, meskipun dalam hal tertentu masih terdapat beberapa kelemahan yang dapat diatasi dalam waktu singkat.
Negara-negara peserta yang tampil dalam event festival tersebut adalah; Indonesia (Wayang Golek Ajen Parwa Pujangga), dan (wayang sandosa senauangi), Mesir ( Cairo Puppetry Theatre-Egypt), Belgium (Tof Theatre), Brazil (Morpheus Teatro 12), Israel (The Train Theatre), Philipina (Animo Shadowplay) dan (Tali Galaw), Thailand (Hobbpyhut Chiang Mai), Sweden (Staffan Bjorklunds Theatre), China (Jiangxi Province Puppet Trope), Singapura (Mascots and Puppets), Vietnam (Vietnam National Puppetry Theatre), (Thang Long Puppetry Theatre), (Ho Chi Minh City Puppetry Group), (Hai Phong Puppetry Group), dan (Dac Lac Puppetry Group). Read More/Baca Selengkapnya »
PERJALANAN (1)
TIM WAYANG AJEN PARWA PUJANGGA
Dalam kegiatan
“THE TENTH INTERNATIONAL FESTIVAL PUPPET & MIME OF KILKIS” YUNANI, 01-14 OKTOBER 2008,
PENDAHULUAN
Greek Republik Municipality of Kilkis Mr.Dimitrios Terzidis Walikota Kilkis Yunani bekerjasama dengan Pusat Kebudayaan Kilkis Mr. Juanjo Corrales sebagai artistik direktur untuk yang kesepuluh kalinya menggelar hajat besar berupa kegiatan “The Tenth International Festival Puppet & Mime of Kilkis Yunani” tanggal 01-14 Oktober 2008, di Gedung Teater Kota Kilkis.
Gedung teater yang merupakan pusat kebudayaan dan museum boneka internasional di Kilkis, dijadikan sebagai tempat kegiatan selama berlangsungnya festival Internasional puppet & Mime. Fasilitas gedung pertunjukan yang representatif merupakan salah satu penunjang besar bagi suksesnya pelaksaaan kegiatan tersebut. Terlebih dari itu pelayanan dan penanganan baik teknis maupun non teknis, telah dibuktikan oleh sikap profesionalisme kepanitiaan dengan jumlah yang sangat proporsional, meskipun dalam hal tertentu masih terdapat beberapa kelemahan yang dapat diatasi dalam waktu singkat. Read More/Baca Selengkapnya »
Wawan “Ajen” Gunawan saat diwawancara oleh O Channel TV
Video Wayang Ajen di Festival International Marionatte Hanoi 2008 Part 1 Read More/Baca Selengkapnya »
Pagelaran Wayang Ajen pada acara HUT Kota Bekasi Tahun 2006 Read More/Baca Selengkapnya »



