November-21-09

Wayang Ajen Indonesia Go To Perancis

posted by Wawan Gunawan

Setelah sukses tampil di Spanyol pada Festival International de Titeres de Canarias yang berlangsung pada bulan April –Mei 2009, Wayang Ajen akan manggung kembali di daratan Eropa, tepatnya di negara asal pesohor bola Zinedine Zidane, Prancis. Tim yang terdiri dari Wawan Ajen Gunawan (sutradara/dalang), Pandu Radea (Artistik & Musik dorector), Dini Irma Damayanthi (Penari Tradisi), Agus Sutandi (Musician) dan Karyana (musician) akan berada di Prancis sejak tanggal 4 sampai 18 Desember 2009.

Pagelaran Wayang Ajen di Prancis ini merupakan undangan khusus dari UNESCO melalui Association Nationale Cultures et Traditions (ANCT) Prancis untuk mengenalkan lebih luas lagi seni wayang Indonesia yang telah dikukuhkan oleh UNESCO dalam program Introducing the Wayang Puppet Puppets Theatre as a Masterpiece of Oral and Intangible Heritage di negara Napoleon Bonaparte itu.

“Ini suatu hal yang sangat membanggakan bagi bangsa Indonesia bahwa seni wayang Indonesia telah ditetapkan sebagai salah satu warisan dunia di bidang seni dan budaya oleh PBB melalui Unesco.” kata Wawan Ajen Gunawan, pendiri Wayang Ajen yang juga merupakan seniman teureuh Panumbangan Ciamis. Dan, imbuh Wawan, pagelaran Wayang Ajen di Prancis merupakan yang ke tiga kalinya. Sebelumnya, tahun 2002 dan 2004, Wayang Ajen juga pernah manggung di Prancis.

”Misi utama Wayang Ajen adalah mengenalkan keragaman budaya Indonesia di luar negeri. Untuk itu dalam pertunjukan di luar negeri, pagelaran Wayang Ajen di penuhi unsur-unsur seni, terutama musik nusantara. Tidak sunda saja, namun Bali, Banyumas, Sumatera, Cirebon, Jawa dll, juga di tampilkan dalam kemasan garapnya, sebagai wujud keluhungan budaya Indonesia sekaligus upaya promosi wisata Indonesia” ujar Wawan.

Selain Wawan, seniman Ciamis lainnya yang diundang ke Prancis adalah Pandu Radea yang merupakan salah seorang konseptor dalam merekontruksi konsep pertunjukan Wayang Ajen yang selalu dinamis. ”Untuk di Prancis, konsep pagelaran tidak berbeda jauh dengan waktu di Spanyol. Hanya menambahkan unsur tarian tradisi dan live musik tradisi yang lebih variatif. Sayangnya gambar motekar tidak dapat ditampilkan karena adanya batasan personel.” papar Pandu yang menangani artistik dan komposisi musik digital.

Adanya kolaborasi pertunjukan wayang dengan tarian tradisi menurut Dini Irma diharapkan akan mendapat apresiasi yang positif dari warga Prancis. ”Untuk itu maka jenis tarian yang akan ditampilkan lebih atraktif dan komunikatif. Yang saya persiapkan kebanyakan jenis tarian sunda seperti jaipongan.” ujarnya

Selama di Prancis, tim Wayang Ajen dijadwalkan akan pentas di 6 kota, yaitu Paris, Champs, St. Hilaire, Gannat, Orleans dan Verdun. Lakon-lakon yang akan dipagelarkan terdiri dari Arjuna Wiwaha, Kresna Gugah, Ramadewa, dan Rahwana Perlaya. Masing masing lakon telah di ekstrak dengan durasi 1 jam lamanya, mengingat padatnya kegiatan dalam setiap harinya.

Selain pagelaran, Wayang Ajen juga menyelenggarakan pameran dan workshop ke sekolah di setiap kota yang dikunjunginya. Untuk menjembatani dan mempermudah program kegiatan di Prancis maka Wayang Ajen dibantu oleh Arsena Media Kreasi, sebuah event organizer dari Indonesia yang memiliki jaringan di Prancis. (wga)

Tags:

Comments are closed.